"Bukankan hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lukas 24:32)



13 Mar 2018

It’s A Natural Thing To Do


Efesus 2: 8-10                                                                                                 11 Maret 2018


Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi  pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.

Mengapa orang-orang benar dalam perikop “Penghakiman Terakhir” bertanya kapan mereka melakukan segala kebaikan untuk Sang Raja? Karena mereka tidak menyadari bahwa mereka telah “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya” (Efesus 2:10b). Bisa dikatakan mereka melakukan perbuatan baik tanpa menyadarinya, it’s just a natural thing to do (kerena mereka diciptakan untuk itu).

Hmmm... Koq bisa ya, melakukan pekerjaan baik tapi ga nyadar? Bukan hal yang mudah, karena dalam kehidupan sosial, kita bisa saja melakukan perbuatan baik dengan pamrih tertentu. Oleh karena itu kita harus meminta pertolongan Roh Kudus agar kita dimampukan untuk melakukan perbuatan baik (tanpa sadar) seperti yang dimaksudkan oleh Tuhan.

Karena kalo kita dengan sadar melakukan perbuatan baik kepada sesama, bisa saja di kemudian hari kita akan nagih kepada yang pernah kita bantu untuk balik membantu kita juga, bukan? Tapi kalo kita melakukannya sebagai a natural thing to do, otomatis kita akan melupakannya, namun bagi yang kita bantu, hal itu bisa melekat kuat dalam ingatannya...

Allah Roh Kudus, mampukan kami untuk menjadi perpanjangan tangan kasih Bapa saat kami melakukan kebaikan bagi sesama kami. Itu semua bukan jasa kami, tetapi karena Allah telah menciptakan kami untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya. Jangan biarkan kami bermegah karena kebaikan yang kami lakukan untuk sesama kami. Biarlah segala kebaikan yang kami lakukan, it’s just a natural thing to do, yang digerakkan oleh kuasa-Mu... Amin




15 Sept 2016

U N S H A K E A B L E (II)

Menurut Bo Sanchez, ada empat tipe orang:

Tipe #1: GO
Orang yang selalu memberi/berbagi kepada semua orang (keluarga, teman kerja, teman komunitas, pelayanan, dsb sampai sehabis-habisnya… sehingga pada suatu ketika ia akan kecapekan (burned out) karena tidak bisa berkata tidak. Bo memberikan ilsutrasi dengan menuangkan air dari pitcher ke beberapa gelas sampai airnya habis…Diisi lagi, tapi selalu dibagikan sampai habis lagi.             

Tipe #2: NO
Ada dua macam orang dari tipe ini: orang yang egois, yang tidak mau berbagi dengan sesamanya dan… bisa jadi orang tipe GO yang kelelahan, sehingga tidak mau lagi berbagi!

Tipe #3: FLOW
Bisa juga orang tipe GO karena diterpa badai hidup, ia mengalami kejatuhan (dalam pekerjaan, bisnis, asmara, keluarga, kesehatan, keuangan, dsb) sehingga mengalami kekecewaan/luka-luka batin, namun Tuhan bisa tetap memakai dia untuk menjadi saluran berkat-Nya.
Saat seseorang mengalami kejatuhan, hendaknya ia bisa memandang dari sisi Tuhan. “When you down to nothing, GOD is upto something.” Tuhan sedang merencanakan sesuatu untuk kebaikan kita…
Sebagai ilustrasi Bo menjatuhkan satu gelas sehingga retak/bocor, di mana melalui bagian yang retak/bocor itu air tetap menetes ke gelas-gelas lainnya. Namun pada akhirnya isi gelas itu akan habis juga.

Tipe #4: OVERFLOW
Setelah melalui berbagai badai kehidupan dan mengalami pemulihan, pada akhirnya kita diharapkan menjadi seorang yang overflow/meluber: yang membagikan berkat/kebaikan kepada sesama, namun gelasnya selalu luber, tidak pernah tidak penuh, apa lagi sampai kosong.
Itulah buah dari orang yang tetap berpegang dan dekat pada TUHAN, fondasi iman yang teguh (unshakeable), dalam berbagai kondisi hidup yang kita jalani.

Setiap kita diharapkan akan menjadi orang tipe keempat, yang melalui berbagai badai kehidupan, namun tetap bertahan dan pada akhirnya berbuah bagi sesama dan Tuhan.

Acara dilanjutkan dengan grand feast yang heboh bingittsss bersama Light of Jesus Worship Indonesia… 


BSD City, 15 September 2016



U N S H A K E A B L E (I)



Atas ajakan seorang teman, aku menghadiri Misa konselebrasi yang dipersembahkan Mgr. I. Suharyo dan grand feast sebagai bagian dari LOJCONFERENCE 2016 @KOTA KASABLANKA MALL pas libur Idul Adha 12 September 2016. Light of Jesus adalah komunitas dari Filipina yang didirikan oleh Bo Sanchez. RD Antara yang menjadi Romo Moderator komunitas ini, juga hadir bersama RP L. Andang Binawan, SJ selaku Vikep Keuskupan Agung Jakarta.

Pengalaman yang menggetarkan hati bersama-sama memuji dan menyembah Tuhan dengan lagu-lagu yang berbeda dengan nuansa orchestra (Misa) serta pop rock dan jazz dalam grand feast ini. Bahkan saat pertama kali memasuki ruang acara, hati ini sudah mulai bergetar!

Dalam pengantarnya, Bro George Gabriel menceritakan pengalamannya merasakan gempa di ketinggian tempatnya bekerja. Getarannya sangat terasa karena jarak yang jauh dari fondasi gedung itu. Namun getaran itu tidak begitu kuat dirasakan di lantai-lantai yang dekat dengan dasar fondasi bangunan. Begitu juga jika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, kita akan lebih tahan terhadap goncangan badai kehidupan yang kita alami. Setelah ilustrasi singkat ini Bro George Gabriel mengundang Bro Bo Sanchez untuk memberikan insight kepada hadirin yang mayoritas anak-anak muda, generasi penerus Gereja.

Tema UNSHAKEABLE diangkat dari surat Rasul Paulus kepada orang Ibrani (12:28)

 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 So since we are receiving an unshakable kingdom, let us give thanks, and through this let us offer worship pleasing to God in devotion and awe.


Bo Sanchez kemudian menguraikan empat tipe orang…



  (bersambung)

KENAKANLAH Kuk yang Kupasang

Bait pengantar Injil yang dinyanyikan Pemazmur dalam Misa Minggu pagi pukul 8:30 tadi:
“Kenakanlah kuk yang Kupasang padamu, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” (Matius 11:29a,b)

Kuk adalah palang kayu dengan jepitan kayu vertikal yang dipasang pada dua hewan penarik agar mereka dapat bersama-sama menarik beban yang berat maupun untuk membajak.

Tuhan Yesus memintaku untuk mengenakan kuk yang dipasang oleh-Nya atasku. Dengan mau mengenakan kuk yang dari Tuhan, aku belajar rendah hati sehingga mau dipasangi kuk dan mau menuruti ke mana Tuhan akan mengarahkan aku (ini juga berarti menyerahkan kemerdekaanku kepada-Nya, karena Tuhanlah yang memegang kendali atas aku). 

Tuhan Yesus, terima kasih atas kuk yang Kaukenakan padaku. Ajar aku semakin rendah hati sehingga aku bisa mengikuti arah yang Engkau mau aku tuju dan tidak berkeras dengan kemauanku sendiri, melainkan dengan rela menyerahkan kemerdekaanku kepada-Mu, yang berkuasa atas hidupku. Amin…

 


BSD City, 27 Agustus 2016

24 Aug 2016

Ambillah, Tuhan KEMERDEKAANKU

Misa Minggu pagi pukul 8:30 anak-anak dari sekolah Santa Ursula BSD menyanyikan lagu dari PS 382 sebagai lagu persiapan persembahan. Lagu yang sering kali kedengar dan kunyanyikan.

Entah mengapa tadi pagi saat sampai pada kata-kata 
“Hanya rahmat dan kasih dari-Mu yang kumohon menjadi hartaku.
Hanya rahmat dan kasih dari-Mu yang kumohon menjadi hartaku.”
aku begitu tersentuh dan air mata mulai menggenang di mataku sampai koor selesai menyanyikan lagu itu.

Saat merenungkannya aku baru menyadari betapa indah doa dari St. Ignatius Loyola (1491-1556) itu. Memang hanya rahmat dan kasih Tuhan lah yang seharusnya menjadi harta paling berharga dan tak ternilai dalam hidupku.

 Dengan menyerahkan kemerdekaan, kehendak serta pikiranku, aku mau tunduk pada Tuhan, bahkan semua yang ada padaku juga aku serahkan kepada-Nya agar digunakan seturut hasrat-Nya. Dengan menyerahkan semua itu kepada Tuhan, Dia dapat bekerja di dalam aku dan aku akan menjadi alat yang sungguh berguna dalam tangan-Nya.

Jika aku merdeka dengan kehendak dan pikiranku sendiri, aku tetap dapat melayani dan bekerja di ladang-Nya. Namun hasilnya akan berlipat ganda jika TUHAN yang bekerja di dalam aku, bukan aku dengan kemanusiaanku yang terbatas itu.

Jika aku mau menyerahkan semua itu kepada Tuhan, rahmat dan kasih-Nya akan hadir dalam hidupku dan aku akan bebas dari segala kekuatiran, ketakutan, kegelisahan, … Karena atas segala yang kuserahkan itu, Tuhan akan menganugerah rahmat dan kasih-Nya, harta yang paling berharga dan tak ternilai itu, sebagai gantinya.

Ya Tuhan, terima kasih atas insight yang Engkau anugerahkan dalam Perayaan Ekaristi tadi pagi, biarlah Roh Kudus-Mu membimbing dan memampukan aku agar apa yang aku pahami melalui sapaan-Mu tadi pagi dapat terlaksana dalam hidupku. Amin.


Paroki Serpong St. Monika, 21 Agustus 2016

7 Jun 2016

Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus 3 Juni 2016

Yeh 34:12, 16

“… Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, di mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. … yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan …”


Bapa Yang Maharahim, betapa besar kasih-Mu kepadaku… Engkau akan menyelamatkan aku ketika aku tersesat karena kabut dan gelap, membawaku pulang ke jalan kasih-Mu. Juga luka-lukaku dan sakitku, Engkau sembuhkan dan pulihkan dalam kuasa kasih-Mu yang melingkupi aku. Mampukan aku untuk selalu merasakan kasih pemeliharaan-Mu dalam hidupku. Amin…


20 Jan 2016

JADIKAN HATIKU ISTANA CINTAMU


LAGU KOMUNI

Lagu & Tata Suara : L. Putut Pudyantoro

Do=Bes; 4/4; 1/4=80

Siapakah aku dihadapanMu Tuhan
Kau curahkan cintaMu
Apakah artiku bagiMu
CintaMu setia selalu
Pantaskah ku menyambut tubuh darahMu
Karena banyak dosaku
Sering ku ingkari cintaMu
Dalam langkah hidupku

Ampunilah aku, ampuni kelemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahimanMu
Agar ku mampu wartakan kasihMu
Di dalam hidupku
Bersihkan hatiku dengan sucinya cintaMu
Jadikan hatiku istana cintaMu
Tempat yang layak untuk bersemayam
Tubuh dan darahMu



http://www.lagumisa.web.id/lagu.php?&f=jadikan-hatiku-istana-cintamu

25 Jul 2015

CINTA SEJATI

Saat ku renungkan

hidup bersama-MU
sering kali ku melupakan-Mu
ku berjalan sendiri
seakan ku mampu tanpa kekuatan-Mu
smakin berat beban hidupku
smakin ku menjauh dari-Mu

namun ada cinta yang tak pernah berlalu
cinta yang ku dapat dari-Mu
t'lah teruji lalui rentangan sang waktu
Kau mati bagiku,
Berkorban untuk hidupku


Song writer: Sari Simorangkir

https://www.youtube.com/watch?v=udauOdaU6Sk&list=PLInaOtigHRKoV_61XPjtZXcVZ8J5WtTFo

23 Jun 2015

Tidak ada alasan...

Sepulang dari maksi yang dilanjut dengan ngobrol di rumah teman,  ternyata motorku tidak bisa distarter. Jadi terpaksalah aku mendorong motorku ke bengkel yang lumayan jauhnya. Sepanjang perjalanan ada dua orang yang bertanya kenapa, tapi mereka sekedar bertanya saja... 

Baru setelah melewati jembatan dekat sekolah Ora et Labora, kira-kira sudah lebih dari setengah perjalanan menuju bengkel, aku melewati seorang bapak yang sedang berhenti di atas motornya. Tak lama bapak tersebut menyusulku dengan motornya, bertanya kenapa dan menawarkan bantuan untuk mendorong motorku. Mudah saja ternyata… Bapak itu menurunkan footstep pembonceng dan mendorong motorku dengan memancalkan kakinya di footstep tersebut, sambil tetap menaiki motornya. 

Puji Tuhan… Terima kasih Tuhan atas pertolongan-Mu lewat Bapak ini. Jadi lebih cepat dan ga terlalu capek sampai ke bengkel. Sebelumnya sempat mengeluh, “Tuhan, kayaknya kecapekan ni untuk meluangkan waktu satu jam bersama-Mu, walau dua hari ini aku absen karena pergi ke Semarang. Maaf ya Tuhan, kalo capek aku istirahat dulu aja yaa…” nego-nego ama Tuhan, ceritanya…  

Berhubung capeknya ga secapek yang kuperkirakan berkat bantuan Bapak tadi, jadi ga ada alasan lain untuk tetap meluangkan waktu satu jam bersama Tuhan Yesus. Walau mendung, aku tetap ke Gereja Santa Monika dan baru pulang setelah hujan reda, setelah sekitar satu jam berdoa di depan tabernakel. 


Terima kasih Tuhan Yesus, somehow Engkau membantu aku untuk tetap memegang komitmenku untuk meluangkan waktu satu jam bersama-Mu setiap hari. Mampukan aku untuk setia melakukannya hari demi hari, agar aku boleh lebih mengenal-Mu dan menjalin relasi yang lebih dalam dengan Engkau ya Tuhan, Juruselamat dan Penebusku. Amin


BSD City, 11 Juni 2015

31 May 2015

Satu Jam Bersama Tuhan Yesus


Roma 8:14                                                                                                 
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut …”


Terima kasih Tuhan, aku boleh memulai kebiasaan baru dalam seminggu ini untuk meluangkan waktu bersama-Mu di hadapan Sakramen Maha Kudus yang ada di dalam tabernakel Gereja St. Monika. Sungguh senang bisa berkomunikasi dengan-Mu dengan cara yang baru, merasakan kasih dan sapaan-Mu setiap hari. Aku merasa hidup doaku lebih hidup dan tidak lagi berdoa karena takut atau kuatir, karena Engkau mengasihiku, memberkatiku dan menyertaiku dalam setiap langkah hidupku. Hatiku menjadi tenang dan bersukacita karena kasih-Mu yang besar itu. 

Bantu aku Tuhan untuk terus hadir satu jam sehari dalam hadirat-Mu, menceritakan semua kekuatiranku, keprihatinanku, rencana-rencanaku, harapan-harapanku dan segala macam perkara yang ada di hati dan pikiranku. Aku percaya Engkau akan menuntun aku selalu dalam jalan kasih, kehidupan dan kebenaran-Mu dengan satu jam yang kuluangkan bersama-Mu. Amin  


BSD City, 31 Mei 2015

26 May 2015

Shout to The Lord

My Jesus, my Saviour
Lord there is none like You
All of my days I want to praise
The wonders of Your mighty love

My comfort, my shelter
Tower of refuge and strength
Let every breath, all that I am
Never cease to worship You

Shout to the Lord all the Earth, let us sing
Power and majesty, praise to the King
Mountains bow down and the seas will roar
At the sound of Your name

I sing for joy at the work of Your hand
Forever I'll love You, forever I'll stand
Nothing compares to the promise I have
In You

My Jesus, my Saviour
Lord there is none like You
All of my days I want to praise
The wonders of Your mighty love

You're my comfort
(My comfort)
And my shelter
(My shelter)
You're my tower of refuge and strength
Let every breath, all that I am
Never cease to worship You

Shout to the Lord all the Earth, let us sing
Power and majesty, praise to the King
Mountains bow down and the seas will roar
At the sound of Your name

I sing for joy at the work of Your hand
Forever I'll love You, forever I'll stand
Nothing compares to the promise I have
In You

Oh shout to the Lord all the Earth, let us sing
Power and majesty, praise to the King
Mountains bow down and the seas will roar
At the sound of Your name

I sing for joy at the work of Your hand
Forever I'll love You, forever I'll stand
Nothing compares to the promise I have
In You



https://www.youtube.com/watch?v=gn5CMSSAx_c

17 Apr 2015

Why ‘journey2emmaus’?

Mengapa bukan ‘back2jerusalem’? Kisah dalam Injil Lukas menceritakan dua orang murid yang sedang galau karena Sang Guru dan nabi yang diharapkan menjadi pembebas bagi bangsa Israel telah diserahkan oleh para pemimpin dan imam-imam kepala bangsa Israel untuk disalibkan. 

Pada saat itulah Tuhan Yesus yang sudah bangkit menghampiri mereka dan mendampingi dalam perjalanan. Tuhan Yesus kemudian menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis dalam Kitab Suci tentang diri-Nya. Sebelum meninggalkan mereka, Tuhan Yesus memberikan diri-Nya (bdk. Lukas 24:13-30).

Setelah mereka menerima roti yang dipecah-pecah oleh Tuhan Yesus, barulah mereka mengenali Dia sebagai Sang Guru sendiri. Dan juga menyadari betapa hati mereka berkobar-kobar saat Tuhan Yesus berjalan menyertai mereka dan menyingkapkan isi Kitab Suci tentang Dia kepada mereka (bdk Lukas 24:31-34) . Seketika itu juga mereka bergegas kembali ke Yerusalem untuk menceritakan pengalaman perjumpaan mereka dengan Tuhan Yesus, bahwa Dia benar-benar telah bangkit.

Demikian juga dengan perjalanan hidup kita, justru pada saat kita berpaling dari Tuhan, Dia datang menghampiri dan menyertai kita. Tidak dibiarkannya kita berjalan sendirian, dengan segala kecamuk dan resah di hati, maupun pikiran kusut yang memupuskan segala harapan. Kehadiran dan pendampingan-Nya meneguhkan iman kita, mengembalikan pengharapan dan membangkitkan semangat kita untuk terus berjalan menggapai hari depan yang penuh harapan.
Tidak ada ‘back2jerusalem’ tanpa ‘journey2emmaus’.


Tuhan Yesus, terima kasih atas perjumpaan-perjumpaan dengan Mu yang kami alami dalam hidup kami, khususnya pada saat kami sedang berpaling dari-Mu, ya Tuhan. Melalui orang-orang yang Kau utus kami sungguh merasakan penyertaan-Mu dan kasih-Mu yang meneguhkan. Jadikanlah kami utusan-Mu kepada sesama kami yang sedang mengalami keterpurukan.dalam perjalanan hidup mereka, sehingga mereka pun boleh merasakan penyertaan dan kasih-Mu. Amin 

10 Apr 2015

Tuhan melindungi dan menyayangi aku…

Yesaya 49:9c-10                                                                                            
“Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus, angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin dan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.”


Tuhan melindungi dan menyayangi aku… Aku tidak kekurangan, karena Ia menjaga dan memelihara aku dalam tangan kasih-Nya 

Teguhkanlah imanku ya Tuhan akan kasih pemeliharaan-Mu yang selalu menyertaiku, Amin

29 Dec 2014

Misa Malam Natal 2014

Dari semalam sampai pagi tadi rasanya hatiku gelisah dan kuatir akan banyak hal. Namun tadi saat misa rasanya segala gelisah dan kuatir itu lenyap… Begitu damai hati ini selama misa tadi.
Di awal saat “Malam Kudus” dinyanyikan, air mataku mulai mengalir, terutama saat syair “hanya dua berjaga terus, ayah bunda mesra dan kudus, anak tidur tenang… anak tidur tenang.”
Entah mengapa… Mungkin Tuhan tau kegelisahan hatiku? Menyapaku melalui lagu tadi?

So, it’s gonna be okay, right Lord? You will always guide me, protect me, lead me in the way You want me to go… especially in the new year ahead… as always, because You are faithful and will never abandon me… It’s me, the one who like to run away from You, following my ego, my self-interest, disordered affection…

Forgive me, dear Lord, for all my sins… Help me to be a better person You want me to be… as perfect, as generous, as forgiving as our Father… It’s not an easy thing for me to do, but in You Lord, nothing is imposible! I have to discipline myself and willingly let you mold me in Your loving hands… 


BSD City, 24 Desember 2014

26 Dec 2014

Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya

1 Tesalonika 5: 16-18a, 24
“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal …

 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

Tuhan memanggil aku untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi-Nya. Ia sendiri yang akan menggenapi panggilan-Nya itu dalam hidupku. Yang harus kulakukan adalah tetap setia berdoa, bersyukur dan bersukacita atas panggilan dan kepercayaan-Nya itu, karena Ia sendirilah yang memampukan dan menyempurnakan aku untuk maksud dan tujuan panggilan-Nya dalam hidupku.

Ya Tuhan, dalam jatuh bangunku melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang Kau mau aku melakukannya bagi-Mu, mampukan aku untuk tetap setia melakukannya dengan suka cita, dengan kekuatan doa dan penyertaan-Mu. Dan apa pun yang terjadi, mampukan aku untuk selalu bersyukur dalam segala hal karena Engkau telah memberikan yang terbaik untukku. Amin

BSD City, 14 Desember 2014

3 Dec 2014

Kunjungan ke Yayasan Suaka Kasih Bunda

Pagi ini saya bersama seorang teman dari Ayo Sekolah Ayo Kuliah Paroki Santa Monika, mengunjungi Panti Asuhan “Suaka Kasih Bunda” di BSD City - Serpong, karena kami mendapat informasi bahwa ada tiga orang anak di sana yang akan masuk SD tahun depan. Kami bermaksud untuk memberikan informasi mengenai program ini, agar sebagai warga Paroki, mereka juga bisa mendapatkan bantuan pendidikan melalui Ayo Sekolah Ayo Kuliah Paroki Santa Monika.

Kami bertemu dengan Ibu Vivi, yang menjelaskan bahwa ada sepuluh anak yang tinggal di situ, mulai dari umur dua bulan sampai yang akan masuk SD tahun depan. Di sini mereka tidak menerima penitipan anak, melainkan anak-anak itu diserahkan secara total untuk diasuh, dibesarkan, dididik dan disekolahkan. Anak-anak ini juga tidak dimaksudkan untuk diadopsi, walaupun sebagian besar dari mereka memang tidak dikehendaki oleh orang tuanya. Salah satu dari ‘bayi’ yang ada, Magda (1,5 tahun), bahkan mengalami cacat karena orang tuanya berusaha menggugurkannya. Oleh karena  latar belakang anak-anak itulah, Bu Vivi berusaha agar anak-anak itu dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih, agar luka batin yang mungkin pernah dialami tidak lagi terulang saat mereka tumbuh dewasa.  

Menurut Bu Vivi, panti ini lebih mementingkan pengasuhan dan pendidikan yang berkualitas dibandingkan mengutamakan banyaknya anak yang tinggal di sana. Di antara mereka ada tiga anak yang berasal dari Kepulauan Aru, Maluku, yang karena kurang gizi/busung lapar, diantar oleh seorang Romo ke panti ini. Andreas, salah seorang dari anak-anak itu, datang dengan tangan dan kakinya penuh luka bernanah. Sekarang ia sudah sembuh dari luka-lukanya dan tubuhnya sudah berisi serta sehat. Dengan gembira ia bermain di sekitar kami ketika kami berbincang di ruang bawah. Bu Vivi berharap agar setelah besar kelak mereka akan kembali ke kampung halamannya untuk membangun masyarakat di sana.

Bu Vivi bersyukur atas banyaknya bantuan dan jalan baik yang ditemuinya selama dua tahun panti ini berkarya. Saat Magda lahir, ia sempat berhenti bernafas selama sekitar enam menit. Karena kondisinya kurang bagus, ia sempat dirawat beberapa waktu di rumah sakit, sehingga biayanya mencapai 50 juta. Pihak rumah sakit tidak dapat memberikan keringanan biaya, namun banyak donatur yang membantu dengan mentransfer dananya langsung ke rumah sakit (sempat dibuat join account dengan pihak rumah sakit, karena Bu Vivi tidak menghendaki adanya donasi yang terus mengalir, sementara sebenarnya biayanya sudah terlunasi). Saat ini Magda menjalani terapi akupuntur sehingga kondisi tubuhnya semakin baik. 

Anak-anak yang akan masuk SD tahun depan juga sudah ada sekolah Katolik yang mau membantu memberikan keringanan biaya bagi mereka. Anak-anak itu telah berhasil lulus tes masuk dan diterima di sekolah tersebut. Pihak sekolah memang telah mengundang beberapa panti asuhan untuk menyekolahkan anak-anaknya di situ, rupanya anak-anak “Suaka Kasih Bunda” lah yang pertama kali menjadi murid di sana. Namun demikian, Bu Vivi juga menyambut baik tawaran bantuan dari Ayo Sekolah Ayo Kuliah, karena memang biaya pendidikan merupakan salah satu pos biaya yang besar bagi anak-anak ini, selain biaya pemeliharaan kesehatan mereka.    

Menurut Bu Vivi, banyak juga teman-teman lingkungan dan remaja yang datang berkunjung untuk menemani anak-anak itu bermain dan belajar. Sambil mengantar kami keluar, Bu Vivi juga mengundang kami untuk berkunjung kembali ke “Suaka Kasih Bunda”.

Suatu pengalaman yang menyentuh, mendengar bagaimana Tuhan memakai Bu Vivi dan tidak membiarkannya berjuang sendirian dalam merawat, mengasuh dan membesarkan anak-anak ini. Semoga Tuhan terus memelihara dan mengasihi mereka melalui orang-orang yang diutus-Nya untuk hadir dalam hidup mereka. Amin…   


BSD City, 2 Desember 2014

30 Oct 2014

Perhatikanlah Cara Kamu Mendengar

"Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kamu mendengar." (Luk 8:17-18a)           

Tidak ada sesuatu yang tersembunyi dan rahasia dalam Firman Tuhan. Tinggal bagaimana saya mau mendengarkannya: apakah saya hanya mendengar yang menyenangkan hati saya saja, dan menulikan telinga hati saya terhadap teguran-teguran-Nya?      

Ya Bapa, bantu aku untuk mau mendengarkan sapaan-sapaan-Mu dalam Firman-Mu, khususnya ketika Engkau menegurku akan kesalahan-kesalahanku, sehingga aku boleh Kau bentuk menjadi pribadi yang semakin berkenan kepada-Mu. Amin


BSD, 22 September 2014

29 Sept 2014

Tuhan Mengutus Seorang Gabriel untuk Menolongku...


Jumat petang yang lalu, saat dalam perjalanan pulang dari Gading Serpong, tiba-tiba ban belakang motorku kempes, di seberang Taman Kota BSD. Jarak yang masih cukup jauh menuju rumah maupun tukang tambal ban terdekat.

Aku ingat ada teman yang punya teman seorang tukang tambal ban, jadi kuhubungi dia untuk minta no. hp temannya itu. Namun ternyata, no hp nya sudah hilang dari phonebook hp nya. Kemudian aku coba hubungi teman di kantor lama, yang saya ingat ada no hp tukang tambal ban di portal masuk kompleks ruko kantor lama itu. Ternyata tidak bisa dihubungi, jadi mau tak mau aku bersiap-siap untuk mendorong motorku, karena hari sudah semakin gelap. Kupikir aku bisa tambah angin di pompa bensin (yang juga lumayan jauh jaraknya), berharap kemudian motor bisa dinaiki ke tukang tambal ban terdekat atau dibawa pulang ke rumah, besok pagi baru ditambal.  

Belum lama mendorong motorku, aku melewati dua buah mobil yang sedang parkir. Tak lama kemudian kedua mobil itu berhenti, masing-masing di depan dan belakangku. Sempat kuatir juga, kalau-kalau ada yang bermaksud jahat, namun yang muncul ternyata dua anak muda. Mereka menanyakan motorku kenapa, dan setelah melihat kondisi ban yang kempes, yang cowoq segera pergi cari tukang tambal ban. Setelah sekian puluh menit, ia kembali bersama teman cowoq yang lain, siap membantu mendorong motorku ke tukang tambal ban. Sementara aku naik mobil dengan yang ceweq. 

Kami jalan duluan dan menunggu di pompa bensin. Sementara menunggu, tiba-tiba aku mulai batuk-batuk. Tak lama kemudian  teman baruku pamit mau ke toilet… ternyata dia mampir ke toko di dalam kompleks pompa bensin itu dan membeli beberapa botol minuman untuk kami. Sungguh ga mengira, anak-anak muda ini begitu perhatian… pada umumnya mereka cenderung cuek bukan? 

Tak berapa lama, tibalah kedua pendorong motorku… Tukang tambal ban masih sekitar 100-200 meter lagi. Kami pikir bisa tambah angin dulu di pompa bensin, ternyata yang ada adalah pompa pengisian ban dengan gas nitrogen. Jadi saya kembali naik mobil berdua, sementara mereka juga lanjut mendorong motor berdua. 

Setibanya di tukang tambal ban, aku segera menurunkan barang-barang bawaanku dari mobil, mengira mereka akan segera kembali melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda karena membantu aku ke tukang tambal ban. Ternyata mereka malah bantuin kasih penerangan ke tukang tambal ban yang sedang bekerja (posisi bagian belakang motor agak jauh dari lampu penerangan kios tambal ban tersebut). 

Sambil nunggu itu, kami baru sempat ngobrol. Ternyata salah satu dari mereka bernama Gabriel! Katanya dia juga pernah ngalamin ban bocor dan musti dorong cukup jauh juga. Karena pernah ngerasain ga enaknya itulah, makanya dia dan teman-temannya bantuin aku…

Setelah ban selesai ditambal, Gabriel  dengan sigap bermaksud menurunkan barang-barang bawaanku. Aku sampai komen, “Aduh, udah dibantuin ngedorong, eh… diservis abis pula… kamu bener-bener malaikat… Terima kasih banyak yaa… Tuhan memberkati.” Dan di situlah kami berpisah.

Sangat mengesankan bagaimana mereka dengan kesungguhan hati melayaniku saat aku benar-benar hopeless tadi, membayangkan musti mendorong motor sejauh itu, saat malam sudah turun… Tapi ternyata Tuhan mengirimkan seorang Gabriel dan teman-temannya untuk menolongku. Mereka adalah pelaksana nyata dari “Hidup untuk Melayani” sesuai tema Bulan Kitab Suci 2014 ini.

Terima kasih Tuhan untuk pertolonganmu melalui Gabriel dan teman-temannya yang telah menemaniku saat aku sedang bingung dan kuatir tadi… Kiranya Engkau berkenan memberkati mereka agar sukses dalam studinya dan dapat meraih cita-cita mereka seturut dengan rencana dan kehendak-Mu… Amin.”

BSD, 17 September 2014





4 Sept 2014

"Inilah aku, utuslah aku!"

"Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku." (Yeremia 20:7)

Sangat surprise ketika mendengar Bacaan Pertama misa hari Minggu yang lalu, karena bertepatan dengan misa perutusan dalam retret Pemandu Umat Lingkungan di Paroki St. Monika, yang aku ikuti sebagai panitia. Aku bukan seorang Pemandu Umat di lingkunganku, aku hanya membantu dalam kepanitiaan retret ini.

Namun rasanya ayat di atas begitu mengena bagiku. Seolah-olah melalui retret ini aku dibujuk oleh Tuhan untuk berani ambil peran sebagai Pemandu Umat Lingkungan, sementara aku sendiri belum PeDe untuk itu. Terlebih karena dua orang peserta retret dari lingkunganku, saat kami pulang bareng ke rumah berkomentar, "Wah, ada pemandu baru di lingkungan kita..."

Semoga "... apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup" (Yeremia 20:9)" boleh terjadi seturut kehendak dan anugerah-Nya dalam diriku.  

Aku mau membuka diriku terhadap apa pun rencana-Nya dalam hidupku, bahkan untuk menjadi seorang pemandu umat lingkungan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, karena "... segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami." (Yesaya 26:12) Tuhan yang akan memampukan aku, karena Tuhan sendiri yang bekerja di dalam aku. Amin...



BSD, 4 September 2014

11 Apr 2014

Mengampuni


Ketika hatiku tlah disakiti
Ajarku memberi hati mengampuni
Ketika hidupku tlah dihakimi
Ajarku memberi hati mengasihi

Ampuni bila kami tak mampu mengampuni
Yang bersalah kepada kami
Seperti hati Bapa mengampuni
Mengasihi tiada pamrih


dipopulerkan oleh Maria Shandi ft Jason Chan